Aceh Susun Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2026–2030

Banda Aceh — Pemerintah Aceh mulai menguji draft Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) 2026–2030 melalui forum diskusi lintas pihak di Banda Aceh, Rabu (16/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian awal dari proses penyusunan dokumen strategis yang akan menjadi acuan kebijakan pengelolaan biodiversitas di tingkat provinsi. Diskusi tahap pertama digelar di Hotel Rasamala dan akan dilanjutkan dalam empat sesi untuk memastikan masukan yang komprehensif.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) mendorong penyusunan dokumen ini sebagai respons atas meningkatnya tekanan terhadap keanekaragaman hayati. Aceh sendiri dikenal memiliki bentang ekosistem lengkap, mulai dari hutan hujan tropis, sungai, hingga kawasan pesisir dan laut yang menjadi habitat berbagai spesies kunci.
Berita ini bersumber dari Bisnisia.id (baca selengkapnya).

