HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan selalu informasi terbaru, Daftarkan email Anda di sini !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright HAkA © 2026. All Rights Reserved.
  • 8 Mei 2024
  • Komentar Dinonaktifkan pada Meningkatkan Kesadaran Bahaya Penyalahgunaan Senapan Angin Aceh Timur 2024

Melindungi Satwa Liar Kita: Meningkatkan Kesadaran tentang Bahaya Penyalahgunaan Senapan Angin di Aceh Timur 2024

Sosialisasi Bahaya Senapan Angin Aceh Timur 2024 4

“Perlindungan terhadap satwa liar adalah tanggungjawab bersama”

Acara sosialisasi yang diadakan di Polres Aceh Timur pada tanggal 7 Mei 2024 berjalan dengan sangat sukses. Peserta yang terdiri dari para kepala desa, tokoh masyarakat, aparat keamanan desa, dan perwakilan dari 18 desa serta 10 kecamatan di Aceh Timur aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada 07 Mei 2024 di Polres Aceh Timur ini dibuka oleh Wakapolres Aceh Timur, Kompol Iswar, S.H., yang dengan tegas menekankan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar. Beliau menyampaikan bahwa penyalahgunaan senapan angin telah mengancam keberlangsungan hidup berbagai spesies di Aceh Timur, terutama satwa yang dilindungi seperti orangutan dan harimau Sumatera. Sebagai narasumber, drh. Taing Lubis dari BKSDA Aceh memaparkan data terbaru yang menunjukkan penurunan populasi satwa akibat perburuan. Beliau juga menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Sementara itu, Ketua MPU Aceh Timur, Tgk. H. Mukhtar Ibrahim, memberikan perspektif agama terkait pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dalam forum diskusi yang hangat, peserta yang terdiri dari para keuchik, tuha peut, bhabinkamtibmas, dan mukim dari 18 desa dan 10 mukim di Aceh Timur,  aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Kegiatan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain: meningkatkan patroli bersama untuk mencegah perburuan, membentuk kelompok sadar wisata berbasis masyarakat untuk mengelola kawasan konservasi, serta memperkuat peran tokoh agama dalam mengkampanyekan pelestarian satwa.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah awal yang baik dalam upaya pelestarian satwa liar di Aceh Timur. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Admin HAkA

Postingan Terkait