HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan selalu informasi terbaru, Daftarkan email Anda di sini !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright HAkA © 2026. All Rights Reserved.
  • 15 November 2025
  • Komentar Dinonaktifkan pada Festival Nenggeri Linge 2025

Festival Nenggeri Linge 2025 : Kampung Musarak Nenggeri Mu Reje

Festival Nenggeri Linge 2025

Festival Nenggeri Linge dilaksanakan pada tanggal 25-27 November 2025 bertempat di Buntul Linge Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Budaya Gayo merujuk pada warisan budaya dari suku Gayo, sebuah kelompok etnis yang mendiami wilayah pegunungan di Provinsi Aceh. Masyarakat Etnis Gayo ini memiliki kekayaan budaya amat tinggi dan beragam, yang mencakup berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari seperti tradisi, seni, dan adat istiadat yang diturunkan ke generasi berikutnya. Beberapa aspek budaya Gayo yang sangat menonjol antara lain seperti adat istiadat. Dalam hal ini, suku gayo memiliki sistem adat istiadat yang cukup kuat, mengatur berbagai aspek kehidupan seperti pernikahan dan upacara adat lainnya. Selain itu, budaya Gayo juga ditampilkan dalam bentuk seni-seni tradisional yang sangat beragam, seperti seni tari, seni musik, seni rupa, seni sastra dan lisan melalui pepongoten atau melengkan dan lain-lain. Salah satu contoh seni tari tradisional Gayo yang cukup populer dikalangan masyarakat adalah didong, seni ini sering dipentaskan dalam berbagai acara adat pernikahan, sunat rasul dan ceremonial lainnya. Tidak berhenti di adat istiadat dan seni, budaya Gayo juga melekat pada arsitektur bangunan tradisionalnya yang dibagun menggunakan bahan-bahan alami dengan desain yang khas dan fungsi sesuai dengan khas masyarakat lokal, serta hidangan kuliner dengan bumbu yang khas dan pengolahan yang berbeda dari wilayah lainnya.

Jika membahas terkait budaya, Gayo tidak terlepas dari sejarah panjangnya yang merupakan bagian dari kekayaan sejarah Aceh yaitu Kerajaan Linge. Kerajaan Linge adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah pegunungan Gayo dan diperkirakan telah berdiri pada abad ke-16 masehi. Meninggalkan banyak cerita kepada generasi melalui tutur dan kekeberen (mendongeng). Nilai dan keunikan budaya Gayo menjadi bagian penting dari keanekaragaman budaya Indonesia. Beragam faktor seperti modernisasi, globalisasi, dan perubahan sosial telah mengancam keberlangsungan dan kelestarian budaya masyarakat Linge. Untuk itu, perlu ada inisiasi oleh masyarakat untuk kembali mengenang masa lampau dan merangkul masa depan sebuah peradaban untuk melestarikan sebuah warisan budaya di negeri Linge.

Tidak terbatas pada dari kekayaan sejarah, Linge juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang diwariskan kepada generasi penerusnya. Hamparan tanah menjadi tempat untuk bernaung, bersosial, bercocok tanam, beraktivitas serta ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan penting bagi  setiap kehidupan di daerah tersebut, mulai dari kebutuhan akan minum, memasak, mencuci, hingga pengairan sawah melalui irigasi. Festival Budaya Masyarakat Linge merupakan sebuah apresiasi yang telah dilakukan oleh masyarakat linge  dalam mempertahankan eksistensi budayanya sekaligus bentuk apresiasi terhadap perjuangan masyarakat linge dalam upaya melakukan pelestarian terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Acara ini diharapkan menjadi platform bagi masyarakat setempat untuk merayakan warisan budaya mereka sambil mendukung upaya pemeliharaan alam melalui perhutanan sosial.

Details :

Mulai : 25 November 2025

Berakhir : 27 November 2025

Event Category : Penguatan

Venue : Buntul Linge, Kecamatan Linge, Aceh Tengah

Admin HAkA

Postingan Terkait