HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan selalu informasi terbaru, Daftarkan email Anda di sini !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2026. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright HAkA © 2026. All Rights Reserved.
  • 24 Oktober, 2025
  • Komentar Dinonaktifkan pada Siaga Bencana Hidrometeorologi Aceh Jelang Puncak Hujan 2025

Prediksi Curah Hujan Oktober 2025BMKG Menerbitkan Info Siaga Bencana Hidrometeorologi

Pada tanggal 20 Oktober 2025, Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh memberitahukan peringatan dini kepada Gubernur Aceh terkait Info Siaga Bencana Hidrometeorologi di Aceh. Berikut ini pesan yang disampaikan : sehubungan dengan aktifnya monsoon Asia di wilayah Aceh dan adanya gangguan atmosfer yakni gelombang Rossby Ekuator, nilai Dipole Mode Index menunjukkan nilai -1.39 sehingga meningkatkan pola/aktivitas konvektif, serta adanya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh, beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.

Berdasarkan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, terpantau adanya bibit siklon tropis 93B dan juga 95S yang juga berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, potensi angin kencang, serta meningkatnya tinggi gelombang laut, berikut kami sampaikan Informasi Siaga Bencana Hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bencana Angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya di wilayah terlampir (Lampiran 2). Hal tersebut disampaikan oleh Nasrol Adil, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 SIM.

Prediksi Curah Hujan November 2025BMKG Mensosialisasikan Kesiapsiagaan Menghadapi Puncak Musim Hujan 2025 – 2026

Kepala Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, S.Si, M.Si sebelumnya juga telah mensosialisasikan terkait kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan 2025 – 2026 pada 6 Oktober 2025. Pesannya sebagai berikut : Berdasarkan hasil Analisis dan Prediksi Musim Hujan (PMH) 2025-2026 yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh, Bahwa Provinsi Aceh secara umum akan memasuki puncak Musim Hujan pada periode November dan Desember 2025, dan sebagian kecil lainnya pada Oktober 2025. Pada periode tersebut, sebagian besar wilayah Aceh diprediksi mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan, terutama di wilayah Pesisir Barat Selatan Aceh, tengah dan Timur Aceh yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air dan tanah longsor.

Sehubungan dengan hal tersebut, BMKG mengimbau agar Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Kota bersama instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor, terutama dalam:

  1. Media massa dan lembaga komunikasi publik agar membantu mengoptimalkan penyebaran informasi dari kanal BMKG (Iklim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi) seperti peringatan dini secara cepat, tepat dan akurat kepada masyarakat.
  2. Memastikan saluran drainase, sungai dan infrastruktur pengendali banjir dalam kondisi baik.
  3. Meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait kebencanaan, termasuk BPBA, TNI/Polri, dan pihak kabupaten/kota.
  4. Dinas Pertanian dan Perkebunan agar menyebarluaskan informasi cuaca dan iklim kepada petani untuk penyesuaian pola tanam.

Sebagai bahan pertimbangan, BMKG juga melampirkan informasi prakiraan musim hujan 2025-2026 di Provinsi Aceh sebagai dasar dalam perencanaan langkah langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di daerah. Selain itu buletin Iklim Aceh Oktober 2025 yang terbit bulanan oleh BMKG juga sudah terbit.

Hujan Deras dan Banjir sudah Mulai Melanda Aceh

Ketika artikel ini ditulis, 24 Oktober 2024, kondisi alam mulai berawan seharian dan hujan terus menerus di Banda Aceh. Kejadian banjir juga sudah mulai muncul di berbagai berita. Pantai barat Aceh, mulai dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Selatan terdampak oleh banjir. Hal itu diprediksi baru permulaan, curah hujan tinggi turun di bulan Oktober ini. Prediksi BMKG, bulan November 2025 curah hujannya akan menjadi sangat tinggi di daerah tersebut. Secara lebih rinci, Bapak Muhajir juga telah menjabarkan dalam presentasi yang disampaikan dalam rapat online press release prediksi musim hujan 2025 / 2026 Aceh pada 30 September 2025.

Relasi Akumulasi Deforestasi dan Banjir

Seperti kita ketahui Aceh merupakan daerah yang hutannya masih cukup bagus. Secara presentase separuh lebih daratannya tertutup oleh hutan. Namun, Aceh telah mengalami kehilangan tutupan hutan atau deforestasi yang cukup besar. Secara akumulatif, jumlah total deforestasi di Aceh sekitar 700 Ribu hektar dalam periode 1990 sampai hari ini. Hal ini menjadikan Aceh relatif rentan akan bencana hidrometeorologis. Buku Dua Dekade Deforestasi Aceh yang disusun oleh Badan Pusat Statistik Aceh didukung oleh HAkA telah mengungkap relasi antara akumulasi deforestasi dengan frekuensi kejadian bencana banjir. Semakin tinggi akumulasi deforestasi berbanding lurus dengan jumlah kejadian banjir. Hutan Aceh tersisa mestinya bersama-sama dijaga keutuhannya agar frekuensi kejadian bencana banjir di Aceh dapat berkurang ataupun hilang.

Posted in
Blog HAkA

Admin HAkA

Postingan Terkait