Pentingnya Penyelamatan Badak Sumatera, Spesies yang Terancam Punah
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
Merupakan satu dari lima spesies badak yang masih bertahan di dunia. Sejak dulu mamalia darat terbesar setelah gajah ini telah menjelajahi perbukitan Pegunungan Himalaya di Bhutan dan India bagian timur, Semenanjung Malaya, hutan tropis Myanmar dan Thailand, Pulau Sumatra, Kalimantan serta kemungkinan terdapat di Kamboja, Vietnam dan Laos (Foose dan Strien, 1997). Tetapi, sekarang hewan ini hanya dapat ditemukan di kantong-kantong kecil yang terpisah di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Taman Nasional Way Kambas, dan Kutai Kalimantan. Sebelumnya Badak Sumatra di Malaysia telah dinyatakan punah di alam liarnya sejak tahun 2015.
Fungsi Badak Sumatera di Ekosistem
Badak biasanya berjalan jauh dalam sehari untuk mencari makan. Makanan yang dicari adalah pucuk-pucuk daun muda. Secara tidak langsung hal ini berfungsi untuk regenerasi hutan dengan tumbuhnya pucuk-pucuk daun baru bekas makannya. Hewan yang sangat suka berkubang ini menjadi agen penyebar benih dan membawa biji-biji hutan yang melekat ditubuhnya. Kemampuannya untuk berjalan sampai berkilo-kilo jauhnya sangat berarti dalam menyemaikan benih-benih di lantai-lantai hutan sebagai media tumbuh yang menguntungkan bagi sang benih. Membuka jalan rintisan dari vegetasi tebal untuk satwa liar yang lainnya.
Kondisi Badak Sumatera Saat Ini
Badak bercula dua ini terus menghadapi ancaman kepunahan. Keberadaannya di alam liar diperkirakan terus berkurang. Beberapa sumber mengatakan bahwa saat ini estimasi populasi badak Sumatera KURANG DARI 100 individu.
Sumber : TFCA Sumatera

