
Memperkuat Peran Teungku dalam Dakwah Lingkungan: Komitmen Yayasan HAkA Menjawab Krisis Iklim Aceh melalui Ruang Keagamaan
Komitmen Yayasan HAkA dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam ruang-ruang keagamaan masih terus berlanjut melalui kolaborasi dengan Dayah Nurul Huda, Manggamat, Aceh Selatan. Sebanyak 30 orang yang terdiri dari teungku (pengajar agama), pimpinan dayah, dan penceramah dari wilayah Barat Selatan Aceh terlibat dalam pelatihan dakwah lingkungan bertema “Memperkuat Peran Teungku dalam Dakwah Lingkungan: Islam, Alam, dan Solusi Krisis Iklim di Aceh” yang diselenggarakan di Tapak Tuan pada 30 Januari–1 Februari 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Abah Muhib, perwakilan MPU Aceh, dalam sesi Fiqih Lingkungan: Peran Ulama dalam Pelestarian Hutan dan Satwa serta bedah Fatwa MPU terkait perburuan dan perdagangan satwa liar dalam perspektif syariat Islam. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Bintara Yakub sebagai salah satu tokoh adat di Manggamat, Aceh Selatan, dalam sesi mengenal kearifan lokal masyarakat Aceh Selatan dalam pelestarian satwa.
Melalui pelatihan ini, HAkA berupaya memperkuat pemahaman bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari ajaran Islam, bukan isu tambahan atau sekadar wacana global. Nilai-nilai tauhid, amanah, dan keadilan ekologis menjadi landasan utama dalam membangun narasi dakwah yang berpihak pada kelestarian hutan, satwa liar, dan keseimbangan ekosistem Aceh.
Baca Juga Release Kegiatan Dakwah Lingkungan: Disini
