• 26 Juni 2025
  • Komentar Dinonaktifkan pada Dakwah Ekologis : Menjaga Ciptaan Allah

Menjaga Ciptaan Allah : Dakwah Ekologis dan Perlindungan Satwa Liar 

Upaya pelestarian lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan kebijakan, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai moral dan spiritual. Atas dasar tersebut, Bu-Moe? Fest 2025 menyelenggarakan kegiatan Dakwah Ekologis bertajuk “Menjaga Ciptaan Allah: Dakwah Ekologis dan Perlindungan Satwa Liar” pada 26 Juni 2025 di Taman Budaya Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi yang menekankan pentingnya peran manusia sebagai khalifah di bumi dalam menjaga keseimbangan alam serta melindungi satwa liar. Melalui pendekatan keagamaan, pesan pelestarian lingkungan disampaikan secara kontekstual dan relevan dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. 

Kegiatan ini menghadirkan Ridwan, S.Ag., Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, dan Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry, sebagai narasumber, dengan Aris Munandar, Kepala Sekolah SLA, sebagai moderator. Dalam dakwah yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari ibadah, sementara kerusakan alam merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Melalui pendekatan ini, isu perlindungan lingkungan tidak hanya dibahas sebagai persoalan ekologis, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral dan spiritual.

Sebanyak 38 peserta (18 Laki-Laki dan 20 Perempuan) dari kalangan pemuda, pelajar, dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan ini. Melalui kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dapat diperkuat melalui pendekatan keagamaan yang membumi, reflektif, dan kontekstual. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai spiritual, sekaligus memperkuat relasi antara iman, etika, dan tanggung jawab terhadap alam.

Abiyyu Fauzan

Postingan Terkait