HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2025. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan selalu informasi terbaru, Daftarkan email Anda di sini !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright © 2025. All Rights Reserved.
HAkA berupaya untuk memperkuat perlindungan, konservasi, dan pemulihan Hutan Aceh tersisa dan berfokus di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kami secara aktif mempromosikan pentingnya KEL sebagai salah satu bentang alam utama untuk solusi berbasis alam.
Dapatkan informasi terbaru, Daftarkan email Anda !
Jam Kerja: Sen-Jum'at, 09.00-17.00 WIB
Copyright HAkA © 2025. All Rights Reserved.
  • 18 Januari, 2026
  • Komentar Dinonaktifkan pada HAkA Serukan Hentikan Deforestasi di Aceh

Yayasan HAkA: Deforestasi di Aceh Harus Dihentikan untuk Mengakhiri Banjir Berulang. Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup paska banjir besar November 2025, sudah tidak sama lagi dengan sebelum banjir. Saat ini daya dukung dan daya tampung di area terdampak sudah lebih rendah, lebih lemah. Meski dengan intensitas curah hujan yang lebih rendah dari siklon tropis Senyar, dapat memungkinkan terjadinya banjir. Kemungkinan dampak lebih buruk dapat terjadi di masa depan.

Kampanye Hentikan Deforestasi di Aceh

Aceh, 18 Januari 2026 – Banjir dahsyat yang melanda berbagai wilayah di Aceh pada akhir November Tahun 2025 lalu bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Bencana ini merupakan akumulasi dari kerusakan ekologis yang terus dibiarkan, terutama akibat deforestasi hutan yang masif dan berkepanjangan. Hilangnya tutupan hutan telah merusak keseimbangan alam dan menghilangkan fungsi hutan sebagai pelindung alami dari bencana hidrometeorologis.

Raja Mulkan – Juru Kampanye Hutan dan Satwa Liar Yayasan HAkA menyerukan penghentian deforestasi sebagai langkah mendesak untuk memutus mata rantai bencana di Aceh. Melalui aksi Kampanye “Stop Deforestation” adalah peringatan bahwa kerusakan hutan hari ini akan menjadi penderitaan masyarakat di masa depan.

Kampanye Hentikan Deforestasi di Aceh

Penyeruan ini bukan hanya ditujukan kepada pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat. Perlindungan hutan tidak dapat diserahkan kepada satu pihak semata. Tanpa kesadaran kolektif dan keberanian untuk menghentikan praktik perusakan hutan, Aceh akan terus menghadapi krisis ekologis yang berulang dan potensi semakin buruk.

Hutan Aceh adalah benteng terakhir hutan yang ada di pulau Sumatera, memiliki peran strategis sebagai penyangga kehidupan, sumber keanekaragaman hayati, serta benteng alami terhadap bencana. Kehilangan hutan berarti kehilangan perlindungan, kehilangan ruang hidup, dan kehilangan masa depan. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan hutan, dan kebijakan yang melemahkan perlindungan lingkungan harus dihentikan.

Kampanye Hentikan Deforestasi di Aceh

Raja Mulkan – meski Aceh punya hutan terluas di pulau Sumatera, itu bukan jaminan daerah ini bebas dari bencana hidrometeorologis. Faktanya, sekitar 47 persen daratan Aceh berada di wilayah dengan lereng curam hingga sangat curam. Sebagai bahan refleksi “Apakah bencana banjir yang kita alami sanggup mencegah manusia untuk tidak merusak hutan lagi ?”

Momentum banjir yang terjadi saat ini seharusnya menjadi titik balik untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam. Yayasan HAkA mengajak semua pihak untuk melihat hutan bukan sebagai komoditas semata, tetapi sebagai penentu keselamatan dan keberlanjutan hidup bersama.

Stop Deforestasi Sekarang. Selamatkan Hutan Aceh. Belum Terlambat, Hentikan Sekarang. Selamatkan Masa Depan.

Kontak Person:
Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh
Email: rajamulkan@haka.or.id

Posted in
Blog HAkA

Admin HAkA

Postingan Terkait