FGD Kesenjangan Sosial Dampak Tambang di Aceh (27 Mei 2025)
Di tengah meningkatnya aktivitas pertambangan di berbagai wilayah Aceh, persoalan kesenjangan sosial dan dampak lingkungan menjadi isu yang semakin relevan untuk dibahas. Berangkat dari kondisi tersebut, Bu-Moe? Fest 2025 menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Kesenjangan Sosial Dampak Tambang di Aceh” pada 27 Mei 2025 di Aula Museum Teater UIN Ar-Raniry. Forum ini menghadirkan ruang dialog bagi berbagai pihak untuk mendiskusikan hubungan antara eksploitasi sumber daya alam, kerusakan lingkungan, dan ketidakadilan sosial yang muncul di sekitar kawasan pertambangan sekaligus menjadi upaya untuk mendorong pemahaman yang lebih kritis terhadap tata kelola sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.

FGD ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu WALHI Aceh, Dinas ESDM, akademisi UIN Ar-Raniry, dan perwakilan mahasiswa, sehingga diskusi berlangsung dari beragam sudut pandang yang saling melengkapi. Sebanyak 78 (41 laki laki dan 37 perempuan) peserta turut hadir, berasal dari DEMA, himpunan mahasiswa, serta berbagai paguyuban daerah seperti IPMS Susoh, IPMA Kluet, dan Masyarakat Tangse. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami persoalan tambang tidak hanya sebagai isu ekonomi, tetapi juga sebagai persoalan keadilan sosial, tata kelola sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui FGD ini, Bu-Moe? Fest 2025 mempertegas pentingnya ruang dialog yang kritis dan partisipatif dalam membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan. Diskusi ini tidak hanya menjadi wadah bertukar perspektif, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan keresahan, memperkuat pengawasan publik, dan membangun komitmen bersama terhadap tata kelola sumber daya alam yang lebih adil di Aceh.

