
Tutupan hutan dan lahan di seluruh dunia termasuk di Indonesia mengalami perubahan. Dinamika tutupan hutan dan lahan itu kini terekam dan cukup mudah dipelajari lewat platform Mapbiomas Indonesia Koleksi 4.0 yang dirilis 11 lembaga non pemerintah lintas provinsi dan negara pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Jakarta.
Koordinator Mapbiomas Indonesia, Timer Manurung, menyampaikan pesan dalam peluncuran Mapbiomas Indonesia Koleksi 4.0 ini. Beliau tegaskan bahwa platform ini adalah hadiah dari masyarakat sipil untuk Indonesia, yang baru saja merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Hal tersebut sesuai slogan Mapbiomas Indonesia, yaitu learning from the past for the future, Timer berharap melalui platform tersebut Indonesia dapat belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik, khususnya dalam hal pengelolaan hutan dan lahan.
Kolaborasi nusantara ini melibatkan sejumlah organisasi terkemuka seperti Auriga Nusantara, Woods Wayside International (WWI), HAkA (Aceh), HaKI (Sumatera Selatan), GENESIS (Bengkulu), SAMPAN (Kalimantan Barat), SAVE OUR BORNEO (Kalimantan Tengah), GREEN OF BORNEO (Kalimantan Utara), KOMI U (Sulawesi Tengah), MNUKWAR (Papua Barat), dan JERAT (Papua).












